Showing posts with label Energi. Show all posts
Showing posts with label Energi. Show all posts

Potensi Pengembangan Bio-Ethanol

Wednesday, February 4, 2009 · 0 comments
Ketergantungan banyak negara terhadap bahan bakar fosil selama ini secara nyata telah memberikan dampak yang sangat serius pada ketersediaan energi sebagai penopang kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Cadangan minyak bumi semakin menipis, sementara jika tidak hati-hati hal yang sama akan terjadi pada batu bara dan gas alam. Penggunaan bahan bakar fosil dengan produk turunan seperti premium, solar, minyak tanah dan batu bara mengakibatkan pemanasan global/global warming. Pembakaran bahan bakar fosil untuk di konversi menjadi energi listrik pada power plant menghasilkan emisi gas karbon yang bisa menimbulkan efek rumah kaca. Demikian juga asap kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar seperti premium dan solar.

Menyadari akan dampak krisis energi dan pemanasan global, banyak negara mulai mengembangkan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang banyak dikembangkan adalah energi yang berbasis pada bahan bakar nabati yaitu bio-ethanol dan bio-diesel. Beberapa negara yang sukses mengembangkan bahan bakar bio-ethanol adalah :
1. Brazil : Menggunakan bahan baku tebu dengan produksi tahunan lebih dari satu milyar liter yang dihasilkan dari sekitar 320 pabrik ethanol. Brazil sudah menggunaan ethanol yang di campur dengan bensin (gasohol) sebagai bahan bakar otomotif dan mampu menekan polusi udara dengan menurunkan emisi gas Karbon Dioksida sebesar 18 persen.
2. AS : dengan produksi tahunan sebesar 10 milyar liter.

Negara lain yang tergolong mampu mengembankan bio-ethanol secara signifikan adalah China, India dan Perancis.

Potensi Indonesia untuk mengembangkan bio-ethanol sebenarnya sangat menjanjikan. Dengan berbagai macam tanaman yang bisa dijadikan bahan baku seperti tebu, jagung dan ketela pohon. Namun pengadaan lahan, pola tanam yang masih tradisional dan distribusi menjadi kendala. Untuk itu pemerintah perlu mengeluarkan regulasi yang lebih jelas dan lebih fokus serta konsisten dalam penerapannya, agar pengembangan energi alternatif dengan bahan bakar bio-ethanol bisa dimaksimalkan.

Energi Panas Bumi, Potensi yang Terpendam

Wednesday, January 28, 2009 · 0 comments
Apa itu energi panas bumi? Energi panas bumi atau Geothermal Energy adalah energi yang dihasilkan oleh tekanan panas bumi. Seperti juga matahari, bagian dalam perut bumi mampu menghasilkan panas dan energi yang bisa kita gunakan untuk memproduksi energi listrik. Energi panas bumi bisa didapatkan dari air dan batu-batuan panas yang ada di dekat permukaan bumi sampai beberapa kilometer dalamnya termasuk sumber panas ekstrim dari bebatuan yang mencair atau magma.
Untuk mendapatkan panas bumi harus dilakukan pengeboran seperti pengeboran untuk mendapatkan minyak bumi. Sumur dari hasil pengeboran tersebut untuk menangkap air yang terpanaskan. Kemudian air panas dan uap air dipisahkan . Uap air panas dibersihkan dan dialirkan untuk memutar turbin. Sementara itu air panas yang telah dipisahkan dimasukkan kembali ke dalam reservoir melalui sumur injeksi untuk menghasilkan lagi sumber uap.
Keunggulan Energi Panas Bumi
1. Bersih, karena tidak harus memerlukan pembakaran bahan bakar untuk memproduksi uap yang digunakan untuk memutar turbin. Hal ini berbeda dengan pembangkit listrik dengan sumber energi bahan bakar fosil.
2. Tidak memerlukan area lahan yang terlalu luas. Instalasi power plant untuk energi panas bumi membutuhkan area lahan per megawatt yang lebih kecil dibandingkan dengan instalasi power plant yang bersumber dari energi lainnya.
3. Potensi Indonesia untuk mengembangkan energi panas bumi sangatlah besar dengan cadangan panas bumi sekitar 26.000 megawatt, sementara yang dimanfaatkan masih sekitar 807 megawatt. Jika potensi ini bisa dikembangkan secara maksimal akan mampu mengurangi ketergantungan konsumsi minyak bumi dan batu bara di dalam negeri, sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara untuk kesejahteraan rakyat.
Namun demikian masih ada kendala untuk mengembangkan energi panas bumi di Indonesia. Mahalnya biaya investasi yang sebenarnya karena ketergantungan kita terhadap industri turbin yang semuanya dikuasai oleh asing, belum lagi subsidi BBM yang membuat harga jual energi panas bumi kurang kompetitif. Harus ada solusi terutama dari pemerintah dalam hal regulasi untuk lebih memudahkan dalam upaya pengembangan energi panas bumi.

Dilema Bahan Bakar Fosil

Monday, January 26, 2009 · 0 comments
Bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang disediakan oleh alam dalam bentuk senyawa campuran hidrogen dan karbon. Senyawa campuran tersebut terbentuk melalui proses dekomposisi tumbuh-tumbuhan dan binatang selama lebih dari ribuan tahun. Oleh karena itu meskipun tersedia oleh alam bahan bakar fosil jumlahnya semakin terbatas dan tidak dapat diperbaharui.

Bahan bakar fosil terdiri dari tiga jenis yaitu : minyak bumi (premium, solar dan minyak tanah), gas alam dan batu bara. Pada awalnya ketersediaan bahan bakar fosil sangat melimpah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan dengan ketergantungan penggunaannya yang begitu tinggi, maka ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Belakangan ini banyak pihak sudah mulai menggunakan bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil seperti bahan bakar nabati atau energi yang mampu disediakan oleh alam secara melimpah dan dapat diperbaharui seperti energi matahari dan panas bumi. Bahkan tidak sedikit negara yang sudah menggunakan energi nuklir untuk digunakan sebagai pembangkit listrik.

Ketergantungan yang begitu tinggi terhadap bahan bakar fosil membuat beberapa negara termasuk Indonesia terlambat mengembangkan bahan bakar alternatif sebagai sumber energi. Keterlambatan tersebut juga disebabkan selama ini potensi pendapatan negara dari sektor minyak bumi, gas dan batu bara sangat diandalkan.

Sebenarnya sudah banyak penemuan mengenai energi alternatif yang lebih murah, dengan ketersediaan yang melimpah dan lebih ramah lingkungan. Namun semua itu harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. Karena untuk membangun instalasi pembangkit energi yang kompleks dan dapat memenuhi hajat hidup orang banyak membutuhkan dana yang tentu saja tidak sedikit. Akan tetapi pengembangan energi alternatif harus segera di mulai demi kelangsungan hidup generasi yang akan datang.

Biogas

Saturday, January 24, 2009 · 0 comments
Biogas adalah bahan bakar jenis gas yang dihasilkan dari proses fermentasi material organik oleh bakteri anaerob. Untuk menghasilkan biogas diperlukan bahan organik seperti kotoran hewan dalam bentuk padat (tinja) maupun cair (urine). Ada juga yang memanfaatkan pembuangan dari kamar mandi dan WC sebagai bahan baku pembuatan biogas.

Belakangan ini bahan bakar biogas sebagai sumber energi alternatif semakin banyak di gunakan, terutama di daerah-daerah industri peternakan hewan. Semakin terbatasnya bahan bakar fosil jenis bahan bakar minyak dengan harganya yang terus berfluktuasi membuat banyak pihak mulai berpikir untuk memanfaatkan bahan bakar biogas.

Energi yang dihasilkan dari biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk memasak. Untuk sistem instalasi biogas yang kompleks bisa digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Sedangkan sisa hasil produksi biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang kaya akan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.

Seperti juga bahan bakar gas lainnya biogas juga mudah terbakar. Namun demikian, dengan perencanaan dan pengerjaan instalasi yang baik dapat dihindari adanya kebocoran yang berpotensi menimbulkan ledakan.

Komposisi biogas : Methana (CH4) sekitar 50-70 %, Karbon Dioksida (CO2) 30-50 %, Hidrogen (H2) 0-1 %, Hidrogen Sulfida 0-3 %. Methana sebenarnya adalah penyumbang terbesar terjadinya efek rumah kaca, namun dengan pembakaran Methana pada biogas dengan merubahnya menjadi Karbon Dioksida (CO2) dapat mengurangi jumlah Methana yang terdapat di udara. Dengan biogas sebesar satu meter kubik sebanding dengan minyak tanah 0,62 liter atau kayu bakar 3,50 Kg.

Pengembangan biogas khususnya di Indonesia selama ini masih banyak terkendala, seperti pembangunan instalasi bio-digester yang memerlukan ketrampilan dan ketelitian tinggi untuk menghindari kebocoran selain juga dana. Hal lain adalah kebiasaan berpikir masyarakat yang sudah lama tergantung dengan penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak tanah.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog
Indonesia
Science Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites
 

SKY DASHBOARD | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By BLOGGER DASHBOARD